Cahaya


“Kumpulilah orang orang sukses, orang orang yang berfikiran besar dan orang orang yang memiliki obsesi besar untuk mewujudkannya”

Benar. Tapi bagaimana kepada mereka yang atas “kondisi dan keadaan” tidak memiliki pemikiran besar seperti kamu. Tidak memiliki langkah berani seperti kamu. Tidak memiliki mimpi besar seperti kamu Jangankan untuk melangkah mewujudkannya, bermimpi besar mungkin saja mereka tidak berani.

Takut ini, takut itu semua hambatan dan batasan yang membuat mereka takut untuk melangkah. Kemudian akhirnya mereka terpojokkan, tersisih dan termarjinalkan.

Bagaimana bila mereka memang bukan orang sukses, bukan orang yang berfikiran besar dan bukan orang yang memiliki obsesi besar untuk mewujudkannya? Apakah kamu tidak akan mengumpulinya?
Saya berfikiran, mungkin apabila status tersebut benar adanya. Istilah marjinal, miskin dan pinggiran sebetulnya tidak ada, yang ada mungkin termarjinalkan, termiskinkan dan terpinggirkan. Ironik bukan?

Tulisan ini saya tulis hanya sebagai pengingat saja kepada kamu dan utamanya kepada diri saya sendiri. Apakah masih membeda mebedakan untuk berteman atau tidak. Terakhir, saya ingin mengatakan ruang yang kosong dan penuh kegelapan akan terang jika ada cahaya yang masuk di ruangan tersebut. Saya harap cahaya itu adalah kamu.


Komentar

Postingan Populer