Memulai
Aku masih
teringat dengan budaya motivasi pagi ketika magang di SMA N 1 Ngemplak,
Boyolali akhir tahun kemarin. Salah satu motivasi yang diberikan oleh guru
tersebut ialah “Jangan menjadi yang
terbaik untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi yang terbaik” . Sekilas
motivasinya seperti ketika meminum agar - agar, tanpa dikunyah langsung turun
kelambung setelah ditelan. Gampang dicerna dan Klise Tapi ketika praktek di lapangan,
entah mengapa jika aku mengandaikannya kok
malah seperti makan kuaci, sulit.
Walau sulit
namun bukan mustahil, artinya masih bisa dilakukan dan bisa diusahakan untuk
mencapainya. Barangkali faktor pertama dan utama dikatakan sulit adalah merasa
inferior di tengah masyarakat yang cepat berubah, lantas muncul pertanyaan “aku siapa dan aku bisa apa?” lalu
diakhir agenda menanggalkan keinginan untuk Memulai.
Namun kemarin
setelah mendengar perkataan Murabbi sekaligus Mentor sejak SMA yakni Pak Kito
aku kembali sadar, memang untuk memulai memang sulit, tapi jika sudah mendapat feel nya semuanya akan mudah. Tidak
biasa bangun pagi, sekalinya bangun pagi akan sulit walaupun sudah tau jika
bangun pagi menjadi satu hal yang krusial untuk menghindari “Bad Day”. Tidak biasa mengosok gigi akan
malas mengosok gigi walaupun pasta gigi dan sikatnya sudah ada. Tidak biasa berbicara
di muka umum, sekalinya berpidato tidak lancar dan banyak keringat yang keluar
dikarenakan terlalu gugup.
Sederhananya
semua berasal dari jam terbang, seorang pilot yang memiliki banyak kesempatan
untuk menerbangkan pesawat akan lebih mahir ketimbang pilot yang sama sekali
belum pernah menerbangkan pesawat. Begitu seterusnya dengan contoh contoh lain
yang serupa. Habit is Power! Kebiasaan adalah kekuatan untuk menjadi ahli di
bidang yang kita geluti. Lihat orang orang yang pandai berbicara di muka umum,
apabila ditelisik pasti ia memiliki banyak pengalaman yang telah memberikan ia
kesempatan untuk berbicara di depan umum. Seperti orang organisasi, ketua kelas,
terbiasa untuk menjadi Master of Ceremony dan kegiatan lain sebagainya yang
telah memberikan ia kesempatan untuk MEMULAI.
Apabila kita
berani untuk bertanya dengan orang tersebut tentang bagaimana ia dahulu memulai
keahliannya sekarang, 100 persen saya berani bertaruh bahwa dahulu kala ia amat
buruk melatih keahliannya. Disini aku mengambil kesimpulan jika ada tiga poin
dimana dapat menjadi orang hebat, yakni berani Memulai, menjadikannya sebagai
Kebiasaan dan kemudian menjadikannya Keahlian. Namun untuk memulai sedikit
sulit, karena ada berbagai faktor seperti halnya takut bila hasil tidak sesuai
dengan yang diharapkan, tidak mau bersusah payah, malas dan yang terakhir
mungkin muncul pula di pikiranmu, “Buat apa aku memulainya?”. Yap benar, sering
mendapatkan kenyamanan sekalinya keluar dari zona nyaman berfikir terlebih
dahulu buat apa aku memulainya jika sekarang saja aku sudah mendapatkan apa
yang aku perlu.
Terakhir adalah tujuan, tujuan hidup, tujuan mobil ini akan dibawa ke tempat mana. Tanpa tujuan maka kita mungkin tidak akan tahu mau dikemanakan kita ini dan akhirnya hanya jalan di tempat. Tidak kemanamana. Kalau memang sekarang belum mau memulai coba cek apakah dari tiga bahan bakar tadi semuanya tersedia, tentang tekanan, alasan dan tujuan. Barangkali ke tiga bahan bakar tadi tidak ada atau bermasalah, sehingga kita sama sekali tidak memulai sesuatu. Jangan sampai orang lain telah lama memulai namun kamu tidak, karenan nanti "marjinalisasi" alami akan terjadi.
Komentar
Posting Komentar