Workshop Leadership Akademi Berbagi 2019, Usaha Menjaga Air Tetap Mengalir


Air yang terus mengalir akan tampak jernih dan menyegarkan. Namun air yang mengenang menampakkan sebaliknya, keruh dan kotor. Tragisnya air yang mengenang itu menggambarkan episode kehidupan saya setelah sidang skripsi sampai sebelum menyelesaikan rangkaian acara Workshop Leadership Akademi Berbagi 2019.

Acara ini diadakan pada tanggal 22 – 24 Febuari 2019 di La Codefine Amaris Kemang, Jakarta. Rangkaian acara dibuka oleh Kak Ainun Founder Akademi Berbagi yang membuka Workshop dengan sedikit ceritanya tentang sejarah Akademi Berbagi dan utamanya ia menjelaskan topik yang nanti akan kami pelajari, yakni kepemimpinan dan literasi. Literasi utamanya menjadi isu besar yang bakal kami pelajari mengingat kemampuan literasi orang Indonesia masih lemah sehingga dalam pengaplikasiannya belum dapat maksimal. Literasi yang dimaksud ialah kemampuan dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, memecahkan masalah dan berhubungan dengan masyarakat. Guna mengaktualisasikan kemampuan tersebut, selama tiga hari kami diajak untuk memahami kembali tentang literasi serta pengaplikasiannya di kehidupan nyata melalui semua materi yang disuguhkan oleh masing – masing pembicara yang saling terkait dan melengkapi.

Salah satu pembicara setelah sesi pembukaan Kak Ainun adalah Kak Marisa Hapsari yang membawakan topik tentang Global Talent, ia menerangkan terkait banyaknya pekerjaan baru yang muncul dan pekerjaan yang hilang akibat perubahan jaman. Data Analysts and Scientist, AI and Machine Learning Specialists, General and Operations Managers, dan software and Applikacations Developers and Analysts adalah beberapa jenis pekerjaan yang akan bermunculan, kemudian Data Entry Clerks, Accounting, Bookeping and Payroll Clerks, Administrative and Executive Secretaries dan Assembly and Factory Workers adalah beberapa jenis pekerjaan yang akan hilang. Kemunculan dan penuruan pekerjaan tersebut didasarkan atas automasi serta pengembangan Artificial Intelligence yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan di dunia. Aplikasi Gojek, Traveloka, Bukalapak dapat dijadikan contoh, dimana pekerjaan maupun usaha yang dahulu bersifat konvesional sekarang terautomasi dengan komputer dan terintegrasi dengan kecerdasan buatan, adapun mobil nirawak yang dikeluarkan oleh pabrikan Tesla dapat dijadikan penguat jika dunia telah hebat perubahannya, malahan dunia fiksi yang disuguhkan oleh film seperti Ready Player One, Terminator, dan Matrix cepat atau lambat tidak mustahil akan menjadi nyata serta memunculkan pekerjaan – pekerjaan baru yang sebelumnya tidak ada.

Kemudian ia menjelaskan tentang potensi – potensi yang harus kami semua peserta kembangkan agar dapat mengikuti perubahan jaman dan menang, diantaranya ialah Curiosity, Engagement, Insight dan Determination. Bila dirangkum ia mengajak kami semua untuk untuk terus memperluas wawasan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi yang kemudian diaplikasikan kepada aksi yang produkfit, kami pun perlu bersedia untuk mengambil tantangan dan meninggalkan zona nyaman. Lalu yang terakhir di tengah jaman yang serba cepat perubahannya, untuk mencapai hasil yang maksimal perlu pula bekerjasama dengan teman – teman, karena perjuangan akan melelahkan dan butuh saling membantu untuk mencapai tujuan.

Beberapa potensi – potensi yang patut dikembangkan di era sekarang kemudian dipadu dengan kekuatan dasar manusia yang sejak dahulu membantu manusia mencapai tujuan tujuannya, yakni empati dan bernarasi. Kak Roby Muhammad pembicara selanjutnya menerangkan hal ini, empati yang dimaksud adalah kekuatan untuk memahami hati manusia dikarenakan secanggih apapun teknologi yang berkembang semua pekerjaan akan selalu berkaitan dengan hubungan manusia, sehingga lanjutnya orang – orang yang dapat memahami manusia dengan baik akan dapat menang. Kemudian yang dimaksud dengan bernarasi adalah berkaitan tentang penyampaian gagasan kepada sesama manusia agar sefaham dengan tujuan yang kita maksud. Kemampuan bernarasi ini diasah melalui komunikasi, membaca buku dan menulis dan diaplikasikan secara verbal dan visual. Kemampuan narasi dan empati ini telah lama sekali digunakan oleh tokoh tokoh besar dalam membuat perubahan dan tidak terpisahkan perannya. Kak Ainun Chomsun ialah salah satunya, ia membangun Akademi Berbagi atas dasar empatinya terkait dunia pendidikan Indonesia, kemudian ia menarasikan kekhawatirannya kepada teman temannya untuk menghimpun kekuatan dan saling membantu untuk membangun Akademi Berbagi lalu menyebarkan manfaatnya.

Esok hari kemudian kami diajarkan materi Public Speaking oleh Prabu Revolusi, di awal sebelum sesi dimulai saya mengira akan diajarkan teknik teknik pernapasan, mengelola kepercayaan diri, keterampilan berbicara atau hal hal yang bersifat teknis yang dapat kami aplikasikan langsung saat berbicara di depan publik. Namun anggapan saya salah, kami semua dibawa melihat trend Public Speaking era sekarang. Dijelaskan olehnya, sekarang akibat kecanggihan teknologi tatanan dan paradigma lama berubah. Ia menceritakan jika dahulu orang sangat sulit untuk menjadi Artis atau sangat sulit untuk masuk di televisi, namun sekarang tidak. Setiap orang sekarang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi apa yang diinginkannya dan kekuatan besar untuk meraihnya sambungnya adalah bernarasi. Bernarasi untuk meyakinkan orang, bernarasi untuk mengungkapkan pendapat, bernarasi untuk menyebarkan pengalaman, bernarasi untuk mengajak kebaikan yang kemudian diaplikasikan melalui media sosial, Youtube, Twitter, Instagram dan media media lainnya. Atta Halilintar, Casey Neistat, Agung hapsah, Pew Di Pie adalah beberapa orang yang berhasil keluar dari pakem – pakem lama, mendobrak dengan jalan baru untuk bernarasi serta mengunakan media sosial untuk meraih kesuksesannya.

Sesi bernarasi melalui mulut tersebut kemudian dilengkapi dengan materi bernarasi lewat tulisan yang dibawakan oleh Kak Windy dan , ia menjelaskan perihal membuat tulisan persuasi   f yang digunakan untuk memenangkan hati dan pikiran pembaca. Langkah langkahnya ialah Bersikap atas sebuat tulisan yang dibuat, Memahami sudut pandang pembaca, Riset yakni data data yang digunakan dalam tulisan kemudian yang terakhir ialah Identifikasi ulang untuk melakukan pembetulan atas poin poin penting yang akan disajikan kepada pembaca. Materi tulisan ini menarik bagi saya mengingat kemampuan menulis saya yang masih rendah, namun setelah beberapa kali membaca tulisan Kak Windy dan kemarin diberikan langkah – langkah ketika ia membuatnya, saya merasa tertarik untuk mencoba belajar menulis walaupun pasti tidak akan langsung menghasilkan tulisan sebagus tulisan Kak Windy. Saya sempat bertanya mengapa Kak Windy suka menulis, ia menjawab karena ia ingin setiap pengalaman yang ditulisnya dapat diingat oleh orang dan diceritakan ulang oleh mereka agar tulisan tulisan persuasifnya semakin menyebar.
Setelah mempelajari banyak tentang literasi yang berkaitan tentang bernarasi dan menulis, kami selanjutnya belajar tentang materi Creative Thinking yang dibawakan oleh Kak Glen. Secara eksplisit pada materi Creative Thinking Kak Glen mengajak kami untuk dengan sengang hati menyambut perubahan jaman dan mensyukuri tentang adanya tantangan serta masalah yang datang, entah dalam bentuk apapun. Dikarenakan datangnya tantangan membawa kesempatan untuk belajar menemukan cara kreatif guna menyelesaikannya, sambungnya jika bisa menyelesaikan tantangan – tantangan yang muncul kemampuan untuk berfikir kreatif akan semakin terasah. Ia memberikan contoh tentang kemunculan alikasi Gojek yang muncul untuk menyelesaikan beberapa persoalan sekaligus, yakni terkait ekonomi, sosial dan budaya yang menjerat masyarakat Indonesia kala aplikasi tersebut belum diciptakan. Jika saya melihat point yang disampaikan pada materi Kak Glen, ialah bersyukur akan adanya tantangan guna dapat mengasah kemampuan berfikir kreatif dan jika ingin berfikir kreatif ia mengajak untuk “menjemput bola”, artinya ia mengajak kami menemukan persoalan yang menjerat masyarakat kemudian mencari jalan keluar untuk menyelesaikannya.

Kemudian dua materi terakhir menurut saya pribadi menjadi materi ujung tombak dimana menerangkan kepada kami bagaimana untuk mengoptimalkan ilmu, skill dan pengalaman yang kami peroleh selama Workshop Leadership Akademi Berbagi 2019 kepada dunia nyata pasa workshop. Materi tersebut adalah Presentation Skills dan strategi menghadapi era VUCA.  

Pada materi Presentation Skills Kak Cyntia mengajarkan kami tentang bagaimana berpresentasi dan membuat materi presentasi yang baik. Semua pelajaran yang disampaikan oleh Kak Cyntia menurut saya dimaksudkan untuk dapat membuat kami lebih maksimal dalam  mempresentasikan ide ide kami kepada pihak ke tiga yang nantinya akan kami ajak bekerjasama. Materi yang terakhir adalah strategi menghadapi era VUCA, materi ini sangat berbeda dengan materi – materi sebelumnya, karena saya bersama teman teman belajar melalui teori dan praktik sekaligus yang dikemas melalui game. Salah satu game yang kami mainkan adalah saat kami semua ditugaskan untuk membuat lingkaran yang dihubungkan dengan masing masing tangan kami, mudah? Sama sekali tidak, karena masing masing tangan kami sebelumnya telah bergandeng tangan tidak beraturan antara sembarang orang, sehingga untuk menguraikannya kami dituntut untuk berfikir kritis serta kreatif, apalagi dengan waktu sedikit yang diberikan yakni hanya 10 menit.

Dalam kesempatan pertama kami gagal untuk menguraikan kerumitan antar tangan yang saling bergandengan tak beraturan. Kemudian sebelum bermain lagi pada kesempatan ke dua, kami berdsikusi terlebih dahulu, belajar dari kegagalan sebelumnya dan memantapkan strategi. Namun alih alih menang, kami gagal lagi. Meski pada 4 menit terakhir kami diijinkan untuk berbicara untuk saling berkordinasi kami akhirnya tetap gagal. Di akhir permainan Kak Yanti menjelaskan, itulah wujuh sederhana VUCA, pergerakannya cepat, komplek tidak jelas dan ambigu, meski sudah membuat strategi dan diberikan kesempatan untuk berbicara namun ternyata tidak mengaransi akan menang.

Perjalanan pulang dari Jakarta menuju Solo, semua materi yang saling berkait yang disampaikan oleh masing masing pembicara membuat saya sadar jika dunia sangat cepat perubahannya, paradigma dan nilai nilai yang dulu dipercaya kini tidak sepenuhnya menjamin untuk meraih kemenangan. Saya bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti acara ini dimana membuat air yang kemarin tersumbat kini mengalir dengan cepat. Membuat saya bersemangat untuk terus belajar, membuat saya untuk terus bergerak, merasa lapar akan ilmu dan tidak mudah puas diri. Namun saya pun sadar tantangan terbesar setelah acara ini selesai adalah bagaimana menjaga semangat tersebut tetap bertahan sampai nanti digunakan untuk meraih semua tujuan. Mengutip perkataan Kak Roby Muhammad

“Untuk berhasil di era yang sangat cepat perubahannya, era yang serba ambigu dan abu abu kamu perlu lingkaran pertama, yakni teman teman sekitar mu yang kamu percaya penuh untuk mau suka duka bersama meraih impian. Kemudian yang kedua kamu perlu mentor yang bisa mendidik kamu untuk tahu mana jalan yang baik untuk dilalui dan yang mau mengevaluasimu”

Berdoa dalam bangku kereta sambil melihat pemandangan di balik jendala, semoga semua syarat yang dimaksud tersebut tleah terpenuhi melalui ikatan Akademi Berbagi.

Komentar

Postingan Populer