Satria #4
( 04 Februari 2012 , Hari keempat, sisa 10 hari setelah
perjanjian itu )
Jam masih berkutat di angka setengah
enam, namun derab kaki Satria tak selamban ayunan jam. Ia kini melewati lorong
perpustakaan yang terlihat masih sepi, kemudian ia langkahkan kaki ke anak
tangga dan sampailah di lantai kedua. Wajahnya kompak seperti ayunan kaki,
mengebu penuh keyakinan. Terlihat jelas jika ia tak bisa membendung rasa ingin
bertemu lagi dengan Enisa. Lalu kini ia telah sampai di kelasnya, dan benar
firasat satria, ia dapati Enisa sedang sibuk mengerjakan sesuatu di mejanya.
Satria memandangi sejenak gadis itu di depan kelas,. Kemudian..
“Hai, sendiri lagi mbak..” Tutur satria
diikuti senyum polos dan gerak lincah memasuki kelas
“loh kamu lagi.. Kamu tadi datang jam
berapa sih ?” Tanya Enisa sembari mengumbar wajah curiga
Sejenak Satria diam karena bingung
harus menjawab apa, lalu “emm dari tadi ok mbk.. embak dateng jam berapa? ”
Senyum polos Satria lagi yang mencoba mengalihkan pembicaraan
“jam enam kurang sepuluh.. ih
ditanyaain kok.. kelas mu juga mana? Dari kemarin gak njawab njwab”
“Ada deh.. Embak itu ngerjain apa?”
Kesekian kalinya ia coba mengalihkan topik.
“Ini lo.. PR Kimia, aku gak bisa
ngerjain” Menatap Satria lalu menunjukan sebuah buku tulis
“Gak usa di pikir embbak.. Nih perhatiin
aku aja” Satria maju ke depan menghadap papan tulis putih, lalu ia coba mengambar
sepasang gambar “kurang dari” yang menghadap ke “Angka Tiga” dan kemudian
Satria bicara panjang lebar menerangkan apa yang ia gambar
“Perhatiin mbk.. ini gambar apa cobak” tanya Satria sembari jari jemairnya menunjuk
ke arah gambar yang tadi
ia gambar
Obrolan berhanti sejenak dan nampak
pula wajah Enisa yang mulai kebingungan“Itu bukannya kurang dari tiga ya?”
Enisa coba memahami apa yang di maksud Satria
“Iya bener, lalu”
Kembali Enisa tampak bingung, ia tak
tahu apa yang di maksud satria.. Obrolan pun lagi lagi berhenti ,karna Enisa
sama sekali tak tau apa yang di maksud Satria.
“Ini lo embak.. ini nih gambar hati..
nanti kalau udah pulang, embak bukak Facebook terus ketikin yang aku gambar
ini, nanti yang nonggol pasti gambar hati berwarna merah, iya kan ? iya
enggak.. ?
hayow hayo ..” Terang Satria agar Enisa tau apa yang ia maksud
Raut muka Enisa telihat paham apa yang
di maksud Satria, “hehe.. iya aku tau” jawab enisa diikutu senyum lebar
“Terus pertanyaannya.. Kenapa harus
gambar kurang dari dan angka tiga.. mbak tau enggak jawabannya” Senyum satria
mengoda keingintahuan Enisa
Kembali Enisa dibuat bingung oelhnya
“Apa ya.. aku gatau ih”
“Gambar kurang dari tiga.. karena
pacaran itu orangnya harus kurang dari tiga.. artinya cuman ada dua orang..
kalau enggak kurang dari tiga artinya enggak pacaran.. tau? Simple kan”
“Oh iya deng.. kenapa ya aku baru tau, masuk akal juga ..” Balas enisa
dengan senyum senang atas apa yang ia tau “aaaa.. kamu bisa aja.. bentar kamu
kelas mana..?”
Obrolan yang tadi penuh riang
kini menjadi sunyi, Satria lagi lagi tak tau harus menjawab apa “embak kok mau
tau aja sih.. ? cari tau sendiri ya“
Kemudian seperti hari kemarin, obrolan
itu diakhiri dengan datangnya seorang pria yang juga masih seperti kemarin.
Kembali pula Satria meninggalkan Enisa tanpa sepengetahuannya. Kini hati Satria
terasa berbunga-bunga setelah bisa bertemu dan bercakap-cakap dengan Enisa
Namun ia sepertinya lupa akan angka
empat belas yang sudah menantinya di depan mata, perjanjian itu seakan dilupakan
oleh Satria. Mungkin karena terlalu senang atas apa yang ia dapatkan sekarang
sehingga ia lupakan penderitaan yang akan ia temui kelak. Wajah itu juga tampak
tak menghiraukan, ia sekarang duduk di luar kelas sembari mengamati Enisa yang
sedang mengikuti pelajaran.
Wajahnya berbinar-binar riang seakan ia
sedang terbang kelangit ketujuh, ia pandangi terus gadis itu sedari tadi.
Nampak juga Gadis nonik yang sedang berdiri di belakang Satria, wajahnya amat
kesal melihat Satria yang semakin lengket dengan Enisa. Cemburu ... itu yang
dirasa oleh nonik nonik itu. Dan dalam pikirannya mungkin ia sedang mengatur siasat
agar Enisa menjauhi Satria .
Komentar
Posting Komentar